Fanfiction~ 첫 번째 사랑 이야기 [ First Love Story]


Tittle: 첫 번째 사랑 이야기 [ First Love Story]

Genre: Romantic, Winter Love

Poster Art: Melur Mutia

Author Name: Shin Min Chan

Cast:

  • Roy Kim – Yoon Soo-hae
  • Juniel
  • Jung Il Woo – Kang Joon-Su

Leght: One Shot

Support Cast: Park Min Young – Jung Min-ae

Rating : 13 Tahun

Notes: Story ini Asli Tidak Copas dari Story mana-pun, bila ada kesamaan mungkin hanya kebetulan jadi mohon Dimaklumi. Dan story ini adalah story pribadi-ku yang aku Tambah-tambah kan sedikit.

Juniel P.O.V

Saying Love You Again… itulah lagu yang aku sukai.

Aku Gadis usia 16 Tahun yang baru Lulus SMA Myeo-deong Tahun ini, yang mencari Cinta Pertamaku yang Hilang Sewaktu aku Lulus SMP Beberapa tahun lalu. Kang Joo su, namanya. Yang sampai sekarang Tidak Bisa Move On darinya.

Tapi kini aku Sudah hampir Keluar dari Kesengsaraan itu, kini aku sudah Pulih dari masa alalu itu, aku telah Melewati masa-masa Move On itu. “ Juniel-shii!! “ Suara itu… sepertinya aku kenal… “Hey, Juniel. Kamu Tidak Mendengar aku memanggilmu?” itu Yoon Soo Hae, Orang yang kini membuatku seang dalam menjalani Hidupku yang baru ini, Sahabat Sejatiku. “Maaf, aku Tadi melamun. Ada apa Soo-Hae?” Tanyaku padanya berpura-pura mengalihkan pmbicaraannya. “Juniel, Kamu melamun lagi? Itu tidak baik buatmu. Kamu ada masalah apa? Bicara saja padaku…” Begituhlah Soo-Hae Selalu mencemaskanku ketika aku hanya sedikit masalah, dia… seperti OrangTua ke-2 Aku. Aku…Tidak mau membuat Soo-hae Susah lagi menjaga-ku seperti Dulu…

#FlashBack …

“Ada apa Soo he? Kenapa? Kepalamu sakit?” Tanyaku padanya, Dia sepertinya kesakitan di bagian Keplanya. “Tidak Juniel, Aku Baik-baik saja. Ayo kita lanjut lagi belajarnya” kata soo-hae yang berbohong padaku, aku tahu Dia berbohong padaku demi menemaniku belajar. Ini Sudah 2 jam Soo-Hae Menemaniku belajar yang karena beberapa hari lalu aku Izin dari Sekolah. “Soo-Hae, Sebaiknya kamu Pulang. Tidak Kamu bisa istirahat sebentar di sini. Aku sudah cukup mengerti dengan pelajaran ini. Ayolah!” kataku melihatnya yang masih memegangi bagian atas kepalanya. “Ah, Tidak. Aku bisa pulang sendiri. Ini juga sudah malam tidak baik anak lelaki main malam-malam di rumah anak perempuan” sepertinya dia… sakit keplanaya Tambah parah. “Tidak, Soo hae. Untuk malam ini kamu Tidur saja di rumahku, Di samping ada kamar Kosog untukmu. Tidurlah Soo-Hae.” Ucapku memaksa. “Baiklah aku akan istirahat sulu” katanya sambil memegangi keplaanya yang sakit, aku-pun membantuya berjalan. “Soo-hae apa kamu perlu Obat peringan sakit?” kataku cemas. “Tidak usah. Makasih ya, udah bantuin aku. Juniel” katanya tersenyum kepadaku seperti Senyuman yang Tulus, aku-pun membalas senyuman itu juga.

#FlashBack End

“Tidak Soo-hae. Apa kamu lapar?” kataku sambil menatap HandPhone-ku mungkin ada panggilan masuk Dari Editor. “Kenapa? Kamu mencemaskanku ya??…” katanya yang mungkin aku menghawatirkannya. Aku-pun menghajar bahunya dengan Bahuku “Omo-Omo. Pria ini… Huft!! Bukan begituh, di-sana ada restoran Kimchi baru. Kamu mau makan?” || “Boleh juga, Tapi…” dia berhenti sejenak. “Apa? Ahhh… aku tahu…. Baiklah baiklah aku yang Traktir, aku baru terima uang dari Paman Jung.” Kataku Yang berjalan duluan meninggalkan Soo-Hae.

***

Aku langsung memesan makanan kesukaan Soo-hae dan Mie Merah Kimchi untuk-ku. Tapi aku masih berharap untuk bertemu Joon- Su lagi untuk yang pertama kalinya lagi. Plak!~!!! “ Maafkan aku…” kataku membereskan barang seorang Pria yang aku tabrak, Aku MELAMUN lagi! Pria itu… mirip Joon- Su. “Permisi. Kamu… apakah nama-mu Kang Joo- Su?” Spontan aku menanyakan namanya “anda kenal saya?” katanya melepaskan kaca- mata Style-nya itu “ a-a-ah” aku mulai terbata-bata “Ya, nama saya Kang Joon- Su. Anda siapa ya?” katanya menannyaiku Lagi, Spontan aku langsung berjalan terbirit-birit ke arah Soo- Hae.

Angin, Badai, Musim salju seperti sedang bercampur aduk dalam hati ini,rasanya aku tidak ingin duduk di hadapan Soo- hae rasanya aku tidak ingnin melepas pandangan ini pada Joon- Su, Aku… sangat merindukannya. Kang Joon-Su. Aku tahu dia benci pada-ku SANGAT benci hanya karena Pengecut itu membuat Joon- su menjauhi-ku, Tapi semua cinta aku udah habis di makan Joon-Su, sampai sekarang aku Tidak Bisa Jatuh cinta lagi pada siapapaun.  “Juniel, ada apa?” Soo- Hae celingak-celinguk memandangku yang seperti habis di Telan Bumi, Pesanan Datang sudah berdiri di-depanku dan So- hae. “Tidak Soo- hae. Ayo makan” kataku mengalihkan pembicaraan. “Baiklah. Tapi, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku suka dengan Udang Kimchi pedas?” katanya, Bingung. “Hey! Mana mungkin aku Tidak tahu kamu ini-kan Sahabatku J Ayo!” kataku, sambil mengaduk Mie-ku.

***

Aku… bisa mendengar…kata hati soo- hae. Dia berkata “Juniel… aku sebenarya menghawatirkanmu,engapa kamu berbohong? Aku… sudah menganggapmu lebih dari sahabat” begituhlah paling tidak yang di-katakannya. Aku sama sekali tidak berselera makan atas kejadian tadi.

***

Selesai makan, kami berjalan bersama menuju kampus… “Juniel, tunggu sebentar ya. Aku mau ke kamar kecil dulu. Jangan pergi dulu ya.” kataSoo- hae, aku mengangguk mengiyakan. “Permisi. Nona..” hah! Joon- su, bagaimana ini? Bagaimana? Ahh bagaimana ini?. “bisa… kita bicara sebentar?” kata joon- su yang sekarang Tidak memeakai kaca matanya.

Kang joon- Su mengajak-ku bicara di salah satu cafe coffea dekat Resoran Kimchi tadi. “ehem ehem. Pertama- tama… Kamu pasti Koo Juniel, kan? Yang dulu meyukaiku?”katanya. bukan yang dulu joon-su tapi sampai sekarang. “I-iya” kataku gugup. “haha…. kamu jangan gugup begitu jawabnya, santai saja”  katanya, aku langsung mengiya-kan. “sunggu kerhormatan bagi-ku bisa bertemu-mu berhadapan face to face begini” katanya “kamu… sekarang kamu jauh lebih cantik ya daripada dulu.” Katanya “emmm… begini joon- su. Bukannya kamu membenciku? Kenapa sekarang kamu mengajak-ku mengobrol?” tanyaku penasaran “Benci? Kapan aku pernah membencimu? Aku tidak PERNAH membencimu, aku hanya membenci Teman-mu yang dulu itu.aku tahu kamu itu baik, aku sudah tau saat kamu mengirimi pesan permintaan maaf-mu dulu” katanya yang sepertinya tidak bohonng padaku. “kamu… kenapa gelisah begituh?” tanyanya “A-aku harus pergi, joon-su. Ada seseorang yang menungguku. Maaf” kataku sambil berdiri membungkuk. “Seseorang? Siapa dia? Pacarmu? Ahh… iya sekarang kamu sudah cantik, pasti banyak yang tertarik padamu. Sebentar ini kartu nama-ku nanti malam hubungi aku ya, ada yang ingin aku bicarakan” katanya, langsung saja aku ambil kartu nama itu, lalu bergegas pergi ke tempat tadi,pasti Soo- hae Sudah menunggu.

“Ah! Soo- hae maaf kamu menunggu-ku sudah lama? Tadi aku pergi.. pergi ke WC juga”

“Tidak. Baru saja aku keluar. Ayo! Kelas sebentar lagi dimulai”
“Ok”

Aku… menyukai Anime.berlainan dengan Soo- hae, walaupun kami berbeda tapi pemikiran aku dengan dia tetap sama.Kelas masih ada 2 jamlagi, aku bosanberada di kelas rasanya hanya ingin oret-coret buku saja. Aku.. menganggapmu lebih dari sahabat, Juniel. Kata-kata itu…sepeetinya tulus padaku.

***

Kelas sudah selesai,baru Jam 8;30 PM … bosan malam ini, oh ya! Tapi…  Joon-su apa dia sibuk ya? Coba aku Miscall aja dulu. 06-564-098 itulah nomor Ponsel Joon-su yang tertera di kartu namanya.

“Halo… “ kataku gugup, setelah joon-su mengangkat panggilan dari-ku itu.

“Ya, halo. Ini siapa ya?”

“ini aku… Juniel, Joon-su. Apa aku mengganggumu? Apa kamu sibuk sekarang”

“oh… kamu Juniel. Tidak kamu tidak menganggu-ku. Aku tidak sibuk. Kenapa?”

“Begini… kamu mau menemani-ku minum?”

“minum?  Baiklah, kamu ada di-mana? Biar aku jemput saja.”

“Tidak.. Tidak karena aku yang mengajak-mu … kita ketemuan di Bar Tenda dekat Kampus Yeongsu ya, kamu bisa?”

“Ok baiklah. Aku bisa”

“Oh ya, sampai jumpa” kataku. Sebenarnya aku malu untuk bicara seperti itu, Tapi… aku sangat merindukannya sudah 4 tahun lebih aku tidak melihat wajahnya, mendengar suaranya.

***

Aku memesan Dua botol soju, karena ke-hausan aku minum dulu. Joon-su datang … dia tidak pernah berubah dari dulu, Cuma yang berubah dia sudah melepaskan behel-nya.

“maaf, joon-su. Aku minum duluan”

“Oh! Tidak apa-apa” kataya sambil senyum manis.

Selema beberapa menit kami tidak bersuara, hanya minum saja. Untuk itu untuk meramaikan suasana yang sunyi….

“Ahh…  apa kamu masih berhubungan dengan Min- ae?”

“Min-ae? Ahhh… tidak, setealah lulus kami langsung putus. Aku yang memutuskannya duluan.”

“Ahh begituh.emmm… jujur saja sampai sekarang aku tidak pernah berhenti menyukaimu”

“benarkah? Aku sungguh terharu”

Kami terus bertanya-tanya sampai aku terlanjur mabuk, padahal baru minum 5 gelas aku sudah tak sadarkan diri.

“hey… Juniel-shii…” Joon-su mencoba membangunkan-ku, tapi aku sudah terlanjur mabuk.

Joon-su menggendongku sampai di kursi taman, dia…  menahanku dengan tangannya di bahu-ku. Walaupun aku tidak sadarkan diri,aku bisa merasakan kehangatan apa itu yang namanya cinta. Tidak beberapa lama aku bangun yang masih di pangkuan joon-su. Haha…  joon-su tertidur, Tidak! Tapi ini …. musim dingin sudah tiba…

“Joon-shu bangunlah! Hey… hey” paksaku membangunkan joon-su dengan menekan jari-jariku ke pipi-nya. Tak berapa lama joon-su terbangun.

“ah! Rupanya aku tertidur.” Katanya mengusap-usap matanya.

“Joon-su  sebaiknya kita pulang. Salju sudah turun, malam ini dingin seklai. Aku tidak memakai mantel,ini dingin sekali.”

“untuk semenatar waktu, kamu pakai mantel aku aja. Apa.. kamu perlu aku antar? Ini sudah larut malam” katanya sambil mem-beriku mantel Orange milik-nya.

“Terimah kasih, Joon-su. Mantel, ini besok aku kembalikkan” kataku sambil turun dari motornya.

“itu tidak perlu, anggap saja kenang-kenangan dariku. Ambil saja”

“baiklah kalau kamu memaksa-ku”

Tadi itu, seperti mimpi indah-ku dengan sesorang yang aku cintai. Ini baru Harum kemenangan cinta. “enak ya jalan sama pria lain” suara seseorang yang aku kenal, Soo-hae.

“apa maksud-mu?”

“Pria tadi…. dia siap?” tanya soo-hae berjalan sambil mendekat ke hadapan-ku.

“dia… dia … Oh, dia yang bernama Editor Kang itu, Soo-hae. Kenapa? Sepertinya kamu…” jawabku berbohong.

“sepeertinya apa?”

“sepertinya kamu cemburu” godaku.

“Tidak! Aku tidak cemburu kok, aku aku hanya khawatir kamu jalan dengan seorang yang tidak di-kenal” katanya. Aku tahu kok, Soo-hae kamu cemburu kamu tidak perlu berbohong seperti itu.

“hey… wajahmu memerah , soo-hae.”

“tidak,kok. Ini hanya wajah-ku memang mera.

“Ah! Lupakan. Ayo masuk di luar dingin, aku ada biskuit sama Susu cokelat. Masuklah” tawarku dengan cemilan kesukaan soo-hae yang mungkin hanya dia dapat di- rumahku saja. Soo-hae rasanya kini aku tahu isi hatinya, Dia MENYUKAI-KU. bukannya aku Ge-er Tapi aku bisa membaca isi hati-nya. Sehabis ganti pakaian, aku langsung menyiapkan susu cokelat hangat dan memanaskan Biskuit kacang cokelat untuk Soo-hae.

“Ini! Minum dan makanlah selagi hangat” beri-ku pada soo-hae. “Btw Soo-hae. Kamu ada perlu apa kemari?”

“Aku hanya bosan di-rumah. Rumah kita-kan juga dekat hanya 20 langkah kerumah-mu. Kenapa?” tanya-nya balik pada-ku.

“Tidak. Soo-hae aku mau jujur padaku. Bisa-kan?” tanyaku untuk menannyai apakah betul dia MENYUKAI-KU atau hanya kata hati-ku saja.

“apa itu?”

“begini… selama ini entah kenapa aku bisa mendengar suara hati-mu….. Langsung intinya saja, apakah kamu benar-benar MENYUKAI-KU?” Spontan Soo-hae tersedak mendengar ucapan-ku tadi. “haha…. emmm” kata soo-hae dia terdiam lalu melanjutkannya “itu omong kosong Juniel. Kan… aku sudah pernah bilang kalau aku hanya menyukai 1 orang yaitu Ae-jeong. Kamu lucu!” jawabnya, yang aku tahu dia berbohong. “Soo- hae Jujur saja, Tidak apa-apa kok,.” Kataku membuat yakin soo-hae. Tapi Soo- hae tetap tidakmenjawabnya, dan dia mengalihkan pembicaraan itu. “Juniel, ini sudah malam aku pulang dulu, ya. Jangan Lupa hhidupkan pemanas, nanti  telinga-mu beku-Loh” kata soo-hae, aku tahu dia cukup perhatian padaku melebihi sahabat tapi… dia tidak mau jujur pada-ku. “ emm… baiklah, hati-hati di-jalan. “ kataku ikut berdiri.

Tapi… sepertinya Soo-hae tulus mencintai-ku. tidak seperti Joon- su, yang hanya mungkin mempermainkan aku. Soo- hae…. tunggu!! Aku… memeluk Soo- hae dari belakang… “Soo- hae. Aku… menerimanya” kataku, yang mungkin membuat dia bingun dengan perkataan-ku. “terima apa, Juniel” katanya sambil berbalik badan. “Soo- hae, jadilah kekasih-ku, aku tahu selama ini kamu menganggap-ku lebih dari sebagai sahabat walau kita baru kenal.” Kataku sambil perlahan-lahan air mata-ku menitih dan jatuh ke Craft-ku. Lalu, Soo- hae tersenyum dan berkata “Terimah kasih banyak, Juniel. Tapi aku juga tahu kamu hanya mencintai 1 orang, dan orang itu bukan aku.” Katanya sambil mengangkat kepala-ku yang menunduk menghapus air mata-ku. “Tidak, Soo-hae. Sekarang aku tahu harus memilih yang mana yang tepat untuk kelanjutan cinta ini, Orang itu kamu, Soo-hae. Joon-su… tidak menyukai-ku, menyayangi-ku, mencintai-ku. tidak seperti kamu… kamu bahkan lebih dari itu.” Kata-ku, tangisan-ku makin menderas. Lalu, tanpa aku sadari Soo-hae menggosok-gosokan tangannya lalu menempelkan tangannya yang Hangat itu ke Telinga-ku. Air mata-ku hampir habis dan aku… tidak menangis lagi dan tiba-tiba Soo-hae… memelukku dengan erat danberkata “Juniel, Terimah kasih. Saranghae, Juniel.” Katanya dengan lembut.

***

Tadi malam itu, seperti… mimpi indah TERBAIK-ku…

Soo- hae, mulai sekarang aku akan belajar melupakan First Love-ku, Joon- Su. Dan kini My lOVE-ku Yoon Soo- hae. Ada panggilan masuk. Pangilan masuk. Cepat jawab. Nada dering HandPhone-ku untuk panggilan masuk, Edotor Kim nama yang tertulis di layar Hp-ku. “Halo, Editor? Ada apa” kata-ku. “Emmm…. Juniel, kamu bisa datang ke kantor? Ada yang ingin aku bicarakan.” Kata editor Kim. “Ya, Baiklah Editor. Dalam 30 menit lagi, aku sampai di sana.”

 

Yoon Soo- hae P.O.V

 

Huuuaahhh………. ngantuk sekali aku pagi ini, Juniel… oh iya, dia sedang apa ya sekarang? Ketika aku membuka jendela, menghidupkan TreadMeal Aku…melihat, Juniel. Dia sedang berjalan menuju Halte Simpang Lorong itu, Lalu aku bergegas mengganti pakaian mengejar Juniel.

***

“Hey! Juniel… tunngu aku…!!” kataku sambil berjalan mengikutinya.

“Oh! Soo-hae ada apa?”

“Ada apa? Justru aku yang mennyakan itu, kamu kenapa buru-buru sekali?”

“Oh! Tadi aku mendapat panggilan dari kantor, katanya penting sekali”

“Biar aku antar saja,  biar cepat sampai”

“Tidak, lagian kamu… kelihatnnya belum… mandi, hanya berganti pakaian saja” kata Juniel sambil tertawa kecil meledekku.

“Tapi, walau aku belum mandi, aku sudah mandi Aroma badanmu tadi malam. Kamu Tunggu saja disini. Hitung sampai emmm… 25 detik ok?” kataku sambil berlari ke kamar,lalu mengganti pakaian.

***

“Soo-hae apa kamu tahu kantor itu ada dimana?” tanya Juniel, yang berada di belakang.

“Jelas aku tahu, sekarang aku ini Kekasih-mu. Sudah jangan khawatir” kataku, meyakinkannya dia. Aku terus melajukan Motor-ku ini dengan cepat.

Juniel, kini kamu sudah tahu isi Hati-ku, maakan aku bila aku banyak berbohong padamu, Tapi… itu demi kebaikan persahabatan kita waktu dulu J sekarang aku sudah bahagia Hidup bersama-mu. Tuhan Terimah kasih telah menyatukan kami Ber-dua untuk hidup bersama.

***

“Juniel, nanti kalau kamu sudah Pulang telefon aku saja. Jangan Lupa sarapan. Aku ke Perpustakaan dulu, Dah Bye” kataku.

“Baiklah”

Tapi sepertinya aku tidak begituh yakin dengan perkataan Juniel semalam, aku hanya menganggapnya Omong Kosong saja, tapi kalau difikir-fikir itu jujur dari Hatinya. Dan juga aku senang ternyata dia bisa membaca isi Hati-ku, jadi aku harus berhati-hati. Inikah bau kecintaan?.

Juniel P.O.V

Wah, semoga ada kabar baik untuk hari ini, Tapi… aku belum mengucapkan Terimah Kasih pada Soo- hae aku jadi merasa tidak enak padanya L. Aku masuk ke-ruang kerja Editor Kiim.

“Ah! Juniel, kamu sudah datang. Silahkan duduk” kata editor Kim.

“Ya, Editor. Sebelumnya ada apa ya…. aku di suruh kemari?”

“emm… Cerita kamu akan kami terbitkan, Ada teman aku yang menyukainya dan dia juga Komikus seperti-mu. Jadi… bagaimana? Kamu tertarik untuk di-terbitkan setiap 1 cetakan kamu harus membayar sekitar 28 w tapi, kamu juga akan mendapatkan untung yang leih besar dari hasil penjualan komik kamu itu.”

“Bagaimana ya.. Editor. Untuk uang sebesar itu aku tidak Punya, tapi untuk sekali cetakan aku punya”

“tidak apa-apa teman aku itu, juga akan ikut membantumu, jadi… apa kamu mau?”

“baiklah, kalau begituh, tapi… siapa orangnya editor”

“oh! Iya aku Lupa, namanya Kang Joon- Su. Katanya nanti akan datang sekitar 15 menit lagi. Oh iya, gambar-gambar kamu juga sudah beberapa yang sudah aku edit, di gambar-mu hanya sedikit yang salah. Jadi, itu siap di-terbitkan.” Kata editor tersenyum kepadaku.

“Terimah kasih editor” kataku. Tapi,, Teman editor itu namanya Kang Joon- su, apa benar itu Joon-su yang aku kenal??

Tiba-tiba….

“nah, Juniel. Itu Joon- Su. Joon-su cepat duduk di sini” kata editor menyuruh Joon-su temannya duduk di sampingku. Lalu,aku melihat ke samping dan ternyata itu Joon-su yang aku kenal.

“Oh! Juniel-shii!” kata Joon-su. Aku langsung tersenyum kecil.

“wah! Ternyata kalian sudah saling kenal, jadi kita tidak perlu basa-basi lagi.” Kata editor bahagia.

“ya, editor.” Kataku.

***

Ya Tuhan… kenapa Harus Joon-su? Aku berusaha melupakannya malah engkau dekatkan kami kembali. Ah! Ini memang pantangan saat kami baru ingin berbahagia bersama. Aku lihat ponsel-ku ternyata ada 2 pesan masuk, satu dari Soo-haedan satu lagi dari Joon-su.

Isi Pesan Joon- su:

Pagi! Juniel ^^

Apa aku menganggumu?

Oh, iya…. aku mohon bantuan-mu untuk kerja-sama penerbitan ini ya.

Hwaiting J

 

Isi Pesan Soo- hae:

Juniel,sudah makan?

Balas pesan ini cepat ya,

Aku akan masak Steak Potatoe, aku baru beli bahan makanan.

Cepat ya ( Emoticon Kiss)

 

Lalu aku membalas pesan Joon-su:

Ya~ Pagi juga joon-su

Terimah kasih sudah mau bekerjasama padaku J

Mohon bantuannya.

 

Lalu aku menjawab pesan Soo-hae:

Soo-hae, aku sudah selesai.

Kamu tidak perlu menjemput-ku, aku akan ke toko buku nanti.

Nanti aku langsung ker-rumahmu, akubelum makankook. Jadi nanti kita biosa makan bersama.

Ada kabar baik yang akan kuceritakan (emoticon Kiss)

Ah, rasanya berpacu dalam 2 dunia yang berbeda… di saat aku menemukan jati diriku yang sebenarnya malah ada satu masalah yang muncul. Cobaan yang berat, Ya Tuhan. Akhirnya sampai juga di Tok buku langganan-ku, Toko Buku Animatic. Toko boko ini menjual semua jenis Komik keluaran terbaru, aku suka beli,baca komik terbaru di sana.

“Halo, Bibi. Apa kabarmu hari ini?”tanya-kupada bibi pemilik toko bukuini

“Ah, juniel. Aku baik. Oh, iya ada komik terbaru dari Komikus muda baru, kalau tidak salah namanya Kang Jeon- Su,bacalah yang sudah bibi buka nanti kalau tertarik beli saja padaku.”katabibi, yang,mungkin dia maksuditu Joon- su yang selamaini aku kenal.

“uhm.. baiklah bibi. Aku tidak punya waktu untuk membaca, aku beli saja.” Kataku, sambil mengeluarkan uang-ku dari kantong baju-ku

.”Ini, Juniel. Jangan Lupa kembali ya,?!” serubib.

“Ya, bibi. Pasti aku bakal kesini lagi J. Aku pergi dulu bi, sampai jumpa.”

***

Aku menekan tombol bel rumah Soo-hae berkali-kali, tidak beberapa lama soo-hae keluar  dengan wajah Fresh dan Kulihat Di meja makan-nya ada beberapa bahan makanan dan lebih. “Silahkanmasuk, nonoa manis.” Kata Soo-hae yang mengikuti gaya-gaya Enrique (Pemeran utama dalam Drakor ‘Flower BoysNext Door). Akuhanya senyum saja mengikuti soo-hae yang menggeng-gam tangan-ku. “Taraa!! Inilah bahan makanan yang akan kita masak siang.. ngg pagi atau siang yaya sudah pagi menjelang siang. Karena ini awal musim dingin untuk makanan utama-nya kita memasak Steak sweet Potatoes dan…” kata soo-hae lalu aku memotong pembicaraanya “Tunggu dulu, tunggu dulu.Steak SWEET potatoes ? kenapa ada sweet-nya apa itu emang nama masakan ala italia?.” Kataku. Aku justru bingung dengan pemakaian kata itu. “emmm. Karena yang akanmemasak-nya kita ber-2.” Katanya sambil tersenyum manis padaku, aku hanya mengangguk senyum saja. “dan, makanan penutup atau pencuci mulutnya, aku akan buat Motchi dan Amitsu.”katanya berseri-seri. Aku mengagumi kepandaian memasak soo-hae. “Wahh! Kamu ternyata pandai memasak ya! Aku kagum punya pacar seperti-mu!” kataku memuji-nya. “begituhlah. Aku pernah belajar masak dengan paman-ku yang pernah belajar di italia. karena aku harus hidup mandiri jadi harus tahu masak. Ya! Sudah mari kita mulai!.” Katanya, yang sepertinya dia tidak sabar lagi memulai masak, danmembuat masakan buatan dia sendiri dan sedikit dibantu olehku yang tidak terlalu pandai memasak.

Author P.Ov

Mereka memulai memasak dengan Tugas masing-masing yang telah di-tentukan Soo-hae.

Tugas Juniel : Mengiris dan mengupas bahan-bahan dasar, menyiapkan dan mengaduk-aduk adonan ‘Motchi’ .

Tugas Soo-hae ( Tentu lebih banyak dari Juniel, karena hanya soo-hae yang tahu resep-nya) : memotong dan men-manggang Steak, me-manggang adonan ‘Motchi’ Yang telah Juniel aduk, membuat ‘Amitsu’.

Juniel, aku bahagia kamu bisa bahagia bersama-ku seperti ini.” Kata soo-hae dalam benak-nya. “Aku juga, Soo-hae” kata Juniel membalasnya. Yang seperti kita tahu Juniel hanya bisa mendengar dan membaca isi hati Soo-hae seorang yang mungkin soo-hae hanya di-takdirkan untuknya seorang.

“Juniel, jangan sampai salah aduk adonan-nya, ikuti semua petunjuk resepnya ya! Setelah itu masukan saja ke kulkas biar mengembang dulu.” Kata soo-hae sambil menggorengkentang Barbaqeu.

“Uhm.. aku mengerti.” Jawabnya sambil mengaduk adonan dengan lembut dengan tangannya yang telah di-lapis sarung tangan plastik.

***

Masakan mereka hampirjadi Tinggal menunggu ‘Motchi’ dan ‘amitsu’. “Juniel, sebaiknya kita makan dulu Steak-nya takut kedinginan dan tidak enak di-makan.”

“baiklah… “

Setelah beberapa menit makan, Soo-hae mengeluarkan Wisky untuk minuman penutup Steak.

“Taraaa… ini. Minumlah.” Kata soo-hae sambil menuangkan Wisky ke dalam gelas juniel. Juniel pertama-tama mencium aroma Wisky yang menusuk hidungnya lalu meletakan ke meja. Berlainan Dengan Soo-hae, soo-hae sudah menghabiskan 1 gelas wisky dan hampir menuangkan wisky lagi, Tetapi mata-nya tertuju ke juniel yang hanya melanjutkan makan. “hey, kenapa Tidak di-minum? Tidak suka?” katanya. “emm. Bukan begitu Tapi..” juniel berhenti bicara. “tapi apa? Kamu bisa mabuk minum itu?” kata soo-hae bertanya serius. “bukan begitu…” juniel berhenti lagi. “kalau begituh, minum-lah walau hanya 1 teguk saja. Kalau tidak di-minum yaa….” kata Soo-hae belum selesai bicara, Juniel perlahan-lahan sampai 1 gelas itu habis. Soo-hae hanya senyum senang saja lalu melanjutkan makan.

***

Selesai mereka makan Steak, ‘Motchi’ dan ‘Amitsu’. Tetapi yang membuat soo-hae lucu, Juniel menunduk mengangguk-anggukkan kepalanya seperti sedang mabuk. “Yaa!” kata soo-hae untuk membuat juniel sadar dengan menonjok-onjokan telunjuk-nya ke pipi juniel, lalu Juniel terkejut dan kepalanya terhantuk ke meja. “Aduh!” katajuniel sambil mengusap-usapkankepalanya sambil bangun. Mata juniel terlihatmemerah dan sayup karena mabuk.”Uhmm.. chagiyaa..” kata juniel yang sepertinya tambah mabuk. “chagiyaaa aku mau pulang.” Katajunielsambil berdiri ke ruang tengah rumah soo-hae denganmata yang hampir tidak terbuka, lalu Sooo-hae membantu juniel berjalan.

***

Balik lagi ke Joon-su…

Joon-su duduk di ruang kerjanya sambil menggambar anime yang berwajah Juniel. Joon-su sepeti punya perasaan kepada Juniel,tapi justru kebalikannya sekarng juniel tidak-lah lagi menyukai dan mencintai Joon-su yang sekarang juniel hanya Mencinntai 1 orang, dan orang-nya Soo-hae.

“dengan membantunya menerbitkan komik pertama dia ini, aku akan bisa jauh lebih dekat dengannya.” Kata joon-su Licik. “Tapi… tunggu dulu.dia belum mengatakan apakah dia sudah punya kekasih atau belum.uhmm tapi itu tidak jadi penghalangku untuk dekat dengannya lagi.” Katanya dengan percaya diri.

Ponsel joon-su bergetar, ada panggilan masuk. Dilihatnya siapa yang menelfon-nya siang-siang begini, tapi hanya nomor yang tertera, langsung saja joon-su menjawabnya “Halo~”katanya. “apa… benar ini Kang Joon-su?” suara ari Luar sana sepertigadis yang menelfon.

“Ya. Aku joon-su ini siapa?”

apa kamumasih ingat? Aku min-ae.” Kata perempuan itudengan nada yang sepertinya senang.

“min-ae?? Sebenatar aku ingat-ingat dulu….” tidak beberapa lama joon-su ingat, itu Min-ae,manatan pacarnya dulu.

“Uhm.. ya ada apa Min-ae?”

bisa kita bertemu? Ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

“Tunggu, aku Lihat jadwal-ku dulu.”

wah… ternyata kamusekarang jadi orangsibuk ya.”

“Baiklah aku bisa.. tapi 1 jam lagi aku tidak bisa. Ketemu dimana?”

Tempat Biasa.”

“baiklah.”

Joon-su segera bersiap-siap pergi dengan Motor-nya, supaya bisa cepat sampai ke tempat biasa mereka dulu kencan.

***

Min-ae sudah tiba duluan di Cafe BAR…. min-ae melambai-lambaikan tangannya ke Joon-su yang bingung mana Min-ae yang sekarang.

berjalan menuju meja Min-ae..

“kenapa ingin bertemu-ku?” kata Joon-su

“kenapa? Aku ini sekarang fansmu.”

“Fans? Fans apa? Aku juga bukan selebriti.”

“aku… menyukai Komik-komikmu. Dan sekarang aku jadi Fans-mu.”

“lalu…  dari mana kamu mendapat nomor-ku?”

“Dari ini…” min-ae mengeluarkan salah satu Komik cetakan sekaligus komik pertama joon-su terbit.

“apa kamu lupa kamu menulis nomor-mu dan e-mail-mu di komik ini. Tidak salahnya-kan fans meminta idolanya bertemu?” katanyalagi.

“ehem.ehem…  ah akutidak punya waktu lagi, aku harus ke tempat editor. Langsung intinya saja! Kamu mau bicara-kan apa?”

“Joon-su… aku mohon kita… balikan ya?”

“apa?! Balikan?”

“ya, balikan. Kenapa? Apa kamu sekarang sudah punya pacar baru?” Joon-su terus memikir..

“ya, sudah. Kutunggu jawabannya besok pagi!. Aku pergi dulu.” Katanya sambil melangkah keluar Cafe.

***

Sementara itu Juniel, sudah tertidur di kasurnya, yang sebelumnya juniel sudah di-antar dengan soo-hae. “ahhh… ah! Kenapa aku disini?” kata juniel, sambil duduk terkejut. “masa iya aku mabuk??” kata juniel dalam hati.

Ponsel Juniel berdering di samping bantal-nya. Panggilan masuk dari Kang Joon-su.

“Halo. Kenapa Joon-su?” kata juniel sambil turun dari kasurnya.

“uhmmm juniel apa kita bisa bertemu?”

“baiklah, aku bisa”

***

Juniel sampai di Sungai Han, tempat yangsudah jooon-su kirimin tadi..

Junielberjalan dan duduk kesamping Joon-su.

“Joon-su. Ada apa?” katanya.

“ah, kamu sudah datang.”

“mmm….”

“lebih baikkita mengobrol sambil jalan-jalan saja.” Kata joon-su sambil membantu juniel berdiri. Mereka berjalan ke suatu Hutan yang banyak di-kunjungi wisatawan… Joon-su mencari tempat yangsepi tidak ada orang…

“Joon-su, kenapa harus bicara di-sini?”

“ehmm… juniel apa kamu kedinginan?”

“lumayan.”

“tutuplah mata-mu aku akan membuat kamu hangat.”

“tapi… kamu mau berbuatapa pada-ku?”

“sudah tutup saja.” Lalau juniel menutup mata-nya dengan perlahan-lahan, tepat di belakang mereka ada pohon besaryang indah. Perlahanlahan joon-su menciumi bibir juniel dengan lembut, sampai Juniel membuka matanya dengan perasaan terkejut.

“kenapa kamu lakukan itu padaku, Joon-su?” kata Juniel, menitihkan air mata.

“maaf, Juniel. Apa aku membuat-mu terkejut?.”

“bukan begituh. Tapi. Hiks Hiks.” Juniel menangis sederas-derasnya tanpa henti, lalau juniel menatap joon-su selicik-liciknya lalu berlari meninggalkan joon-su.

Juniel P.O.V

Sooae-shii… maafkan aku.mungkin kamu tidak tahu tapi.. aku telah menyakiti hatimu…

Tubuhku rasanya panas dingin semenjak kejadian tadi, aku jatukan tubuh-ku ke kasur-ku yang lumayan empuk. Tapiaku harus berbuat apa? Aku tidak ingin soo-hae mencium-ku bekas joon-su, Aku sanga BENCI, joon-su.

Soo-hae Aku benar-benar Minta maaf telah menghianati-mu.hanya kata itu yang bisa aku keluarkan dari bibir-ku.

***

Hari ini, aku harus masuk kelas, entah kenapa soo-hae menghindar dari-ku pagiini. Apa dia sudah tahu kejadian yang sebenarnya? Ini adalah cobaan tersebasar yang aku alami sebelum dari cobaan yang aku alami.

Kelas selesai, sebaiknya aku menanyakan ke soo-hae kenapa dia menghindar dari-ku hari ini. Aku mendekat ke soo-hae. “soo-hae… aku ingin bicara.” Kataku, tapi soo-hae malah menghindar dan memilih berbicara bersama teman-temannya. Aku terus mendekat dengannya tapi soo-hae malah menghindar. Sebaiknya aku kirimi pesan saja dia:

To : Sarang- Soo hae

From: Juniel

Hey, So-hae. Aku memanggil-mu dari tadi. Hari ini kenapa kamu menghindar dari-ku? apa aku ada salah? Tolong jawab, kalau ada masalah kita bicarakan-lah bersama.

Please, Reply!

J.N

Tapi… samapai malam ini pesan-ku tidak di balasnya. Aku emutuskan untuk pergi ke rumah-nya.

Ting

Tong

Ting-

Soo-hae membuka pintunya sedikit dan mengeluarkan selembar kertas, yang isinya:
Aku lelah,

Jangan ganggu aku,

Jaga diri-mu.

Lalau aku membalas surat itu di-baliknya,

Soo-hae, kamu kena? Apa aku ada salah? Apa kamu ada masalah

Katakan saja… kita ini sudah jadian, tolong jangan begituh padaku.

Lalu surat ituaku kirim melalui celah di-bawah pintu-nya…

Tidak beberapa lama soo-hae membalasnya melalui celah pintunya,

Jangan ganggu aku.

Aku menepuk-nepuk kening-ku, dan berkata “betapa bodoh-nyadiriku!! Pabbo pabbo!” lalu aku menendang  pintu rumah soo-hae beberapa kali lalu pergi.

“Ya! Juniel-shii” teriak seseorang seperti suara soo-hae, benar itu soo-hae.

“Soo-hae!!!” kataku sambil berlari ke pintu itu, hampir saja aku masuk soo-hae menutup pintunya kembali.

DARk!!!~ kepala-ku terbentur di Pintu itu. Kulihat dahi-ku membengkak dan mimbiru di camera ponsel-ku. lalu sepucuk surat muncul lagi dari bawah pintu,

Apa itu sakit? aku Mengangguk Sesakit itu-kah?, lihatlah di bawah-mu ada Kotak P3K beri-lah obat untuk kepala-mu. Jangan ganggu aku.

“Soo-haeeee.” Kataku menangis “Hiks… hikss..” soo-hae kenapa kamu berbuatbegini padaku?. Tanpa aku sadarisoo-haekeluar dengan wajah pucat. “masih mau menangis?” katanya, jongkok dan kemudian mengangkat kepala-ku. “sudah aku bilang, jangan berbuat hal Bodoh! Oleskan salep ini ke dahi-mu” katanya sambil mengoleskan salep ituke kening-ku yang membengkak dengan lembut. Lalu aku menatapnya dengan perasaan hampa, dan memeluuknya “Soo-hae maafkan aku… aku memang tak pantas untuk di-maafkan. jadi tolong jangan berbuat begini, soo-hae.” Kataku sambil menangis sejadi-jadinya.

“Tidak apa-apa, aku sudah memafkan-mu.” katanya yang sepertinya dia sudah tahu apa yang telah aku perbuat.

“jadi… kamu sudah tahu masalahnya?” kataku sambil melepaskan pelukan itu dan menatap Sooo-hae.

“ya! Masalahnya kenapa kamu tidak memberitahu-ku kalau komik pertama-mu akan terbit?” katanya penuh percaya diri. Ya! Ampun soo-hae kirain aku kamu tahau tentang ciuman itu, ternyata masalah Komik kamu tidak mau menegur-ku.

“aku… aku hanya ingin memberi kejutan padamu Soo-hae.” Kata-ku berbohong, padahal aku lupa untuk memberitahu dia tentang itu, Tapi Intinya….

“Soo-hae. SARANGHAEEEEEE!!!’ kataku sambil memeluknya kembali erat-erat.

End J

Thanks To Read My Fanfiction

This is not Plagirsm…

It’s original My Story… With My BFD

 

Leave a comment

Filed under Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s