Fanfiction – My Gentle Bos Chapter 1


gb

Tittle: My Gentle Bos
Chapter: 1
Cast: Mario Maurer – Punpun Sutata (Thailand actress)
Writer: HeodangChan
Synopsis: In Gallery -> Fanfiction (PeaceLove8793)
Publish On: PeaceLove8793
Genre: Romance, Music, Comedy
Note From Writer:
“ Ini adalah FF pertama-ku yang ber-cast artis Thailand. Ff ini aku buat juga karena blog-ku Ganti Tema dengan Bertemakan Mario Maurer Untuk Itu semoga fans Maurer ataupun Punpun suka dan tolong jangan copy cerita aku (Pede!) terimah kasih.”
Who Get Read: Semua Umur^^
Note For Readers: ada kata-kata korea yang agak gila sedikit jadi ini pengertiannya biar readers ngerti:
1. Arraso/Arraoyo: mengerti
2. Wae/Waeyo: kenapa/mengapa
3. Ne/Ye: iya
4. Mwo: apa
5. Otthokae: bagaimana
6. Choshoamnida/Mianhae/Mian: maafkan saya
7. Omo: astaga
8. Jincha/Jeongmal: Apa/benarkah
Terus yang suka nonton anime atau baca manga pasti tahu kalo misalnya cast-nya terpojok dia bentuknya kayak chibi” gituh atau ya gituh deh.

Happy Reading Guys!

Punpun POV

“Apa! Dijodohkan?” kataku teriak sambil memukul meja dengan keras ke hadapan One-chan.
“Ya. Waeyo? Sirooyo?” katanya seperti tidak merasa bersalaah. “One-chan! Aku TIDAK mau dijodohkan! Aku sudah punya pilihan-ku sendiri.” Kataku histeris sambil menunduk dan menjatuhkan kepala-ku di meja. “apa kalian saling mencintai? Huh? Apa dia mencintaimu punpun?” katanya memojoki-ku dan junjun (Panggilan pacarku), aku tidak bisa berkata-kata. “Tidak-kan? Manalah yang mau sama kamu punpun sayang…” kata one-chan menepuk-nepuk bahuku. “mereka itu Cuma mau Duit-mu, karena kamu juga Artis, mereka semua hanya memanfaatkanmu saja untuk terkenal juga. Kamu juga harus mengerti walupun sekarang kita tinggal di Korea tapi kita masih menjadi warga negara Thailand, sayang.Pokoknya kamu Harus terima kenyataan ini, aku akan memperkenalkan-mu dengan laki-laki yang akan aku jodohkan dengan-mu.” katanya tegas lalu meninggalkanku di Ruang Istirahat.
Aku membenci kakak-ku One-chan. Aku tidak tahu kenapa dia terus yang selalau menghawatirkan-ku padahal dia juga Tahu bahwa aku membencinya tapi dia malah terus-terusan peduli padaku. Oh iya, Readers Nama aku Punpun Sutata aku perempuan dengan berkewanegaraan Thailand yang sekarang tinggal di Korea selatandan kini aku sudah menjadi Penyanyi dan Model terkenal di sini. Appa dan Eomma aku sudah di Surga, kata keluargaku mereka meninggal karena mencari one-chan waktu tersesat di Hutan saat kami Camping, Jelas aku tidak tahu waktu kejadian itu aku masih berumur 3 tahun, semenjak itulah aku membenci One-Chan.
Esok Harinya Saat Di Backstage ketika aku akan Tampil Di Acara “Strong Heart”.
“eh! Punpun kabarnya kamu akan dijodohkan ya dengan seseorang pria dari Thailand ya?” kata IU Yang berada di sampingku yang sedang di make-over sama mbak rias. Seketika aku menjadi agak keringatan mendengarnya. “di di jodohkan?” kataku terbata-bata menjawabnya. “Iya.” Katanya lagi. “pria Thailand?” kataku seketika aku merasa tubuhku menjadi bubur. Omo!!!!!!!!!!!!!!! Kenapa oeni IU bisa tahu? One-Chan! Huh pasti dia ! One-chan awas kau!! (wajahku seperti anime yg akan membalas dendam wajah-ku menjadi chibi) aku melirik ke One-chan yang berada di belakang Oeni IU. Apa! Dia melambai2 kepadaku dengan Senyum Iblisnya itu. “Uhmmm ti tidak kok. Hahaa siapa yang berkata itu hanya Hoax oeni, tenang saja! Hehe haha” aku pura-pura tertawa manis. “oh begituh,ya sudah. Oh iya ini Scrip-mu tadi PD Shin yang menyuruhku untuk memberimu, bacalah. Aku lihat akhir-akhir ini kamu agak gak konsen saat acara LIVE seperti sedang kebingungan, kamu tidak baca scrip ya? Uh? Uh… atau kamu lagi mikirin…..” katanya dengan senyum-nya yang ditutupi dengan jari-jarinya itu.”oh anio anio! A aku hanya kecapekan saja oeni” kataku, keringat-ku rasanya bercucuran untungnya aku belum pakai bedak.
Saat Acara Strong Heart Dimulai…
Aku menunggu untuk giliran tampil didepan semoga aku tidak gugup! Amithaba!
“punpun!punpun cepat cepat sekarang giliranmu!” kata Yun Oeni berbisik bisik dari depan Stage. “Oh ok ok!” kataku sambil mendekati Yun Oeni. Nah ini giliran-ku, IU oeni sekarang sudah ke BackStage, “Punpun! Hwaiting (Semangat)!” katanya dengan menampilkan wajah imutnya. “oh! Ne oeni! Goamawo” kataku sambil berjalan jalan perlahan ke Stage.
Bla bla bla bla mungkin kurang lebih itulah percakapanku dengan Host tadi. Ini melelahkan! Aku ingin istirahat 1 minggu saja!!!! Ini keterlaluan hidup sungguh tidak adil!!! Aku yang bekerja one-chan yang selalu memegang Duitku. “Punpun! Sini!” kata one-chan memanggilku ke kursi istirahat di backstage. “punpun lihat ini lah prianya. Mario Maurer.. Otthokae? Gantengkan? Aku yakin kamu suka.” Kata one-chan membujukku dengan foto Maa Siapa itu Mareo oh bukan Mario, cukup ganteng tapi itu bukan jadi pilihanku untuk tetap menyetujui perjodohan ini. “One-chan! Cukup mau ganteng, Kaya, Pintar. I DON’T CAREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! Kataku sambil teriak di kursi, sampai orang2 di sekitarku melihat ke diriku semua termasuk One-Chan yang melongo melihatku. “eeh eh uhm Choshoamnida chosoamnida” kata one-chan meminta maaf ke orang” di sekitarku dengan membungkukkan badannya, one-chan sibuk memegang tanganku untuk menyuruhku juga meminta maaf.
At Night…
Ah! Capek sekali ! aku ingin sekali berlibur!!!!! Aku menghenakan badanku di kasar empukku. Ah tapi kalau dilihat-lihat… mario itu cakep juga. Ah tidak tidak aku tidak boleh terpanah dengan tampangnya. Bagaimana ya sifat dia sepeertinya dia tipe orang Setia, baik. Lebih baik aku browsing saja tentang dia. Aku mengambil Ipad ku di tas merah kristal-ku. nah ini dia. Aku membacanya Faktanya satu persatu. Hah! Judes! Cuek! Antagonis terus!? Omoooo! Ternyata dia buakan orang baik-baik. “punpun…” hah ada one-chan! Cepat sembunyikan ini! Aku langsung menaruh Ipad-ku di balik badan-ku. “oh! One Chan! Wa wae?” kataku sambil menjaga-jaga Ipad-ku. “anoo… oh! Apa yang kamu sembunyikan itu?” katanya sepertinya dia menyadari apa yang aku sembunyikan. “bukan apa-apa kok” kataku sambil senyum iblis. “ apa itu? Berikan! Sini!” katanya sambil mengambil Ipad-ku tapi aku malah lengah dan Ipad itu sudah One-chan ambil. “hahahaha!” one-chan tertawa saat melihat apa yang akubukatadi. “punpun! Katakan apa kamu sekarang tertarik dengan mario? Huh katakan?!” katanya sambil duduk di depanku seperti orang-orang yang ingin tahu. “apa? Aku aku tidak kok. Hanya mencari tahu tentang dirinya saja” kataku agak terpojok. “jujur saja punpun. Ini akan menjadi misi yang bagus” katanya. “apaan sih? Tidak aku tidak menyuikainya. Lagi pula katanya dia itu Judes, Cuek, kalau main Film Antagonis terus lagi.” Kataku sambil mengambil bantal Guling bergambar HelloKitty. “hah judes? Masa iya,pun.” Katanya tidak percaya. “iya! One-chan tidak percaya kan? Maka dari itu batalkan saja perjodohan ini.” Kataku sambil membuat one-chan terpojoki. Lalu one-chan keluar dari kamar-ku entah apa yang dilakukakkanya lebih baik aku tidur.

Writter POV
One-chan keluar dari kamar punpun dan dia tidak percaya bahwa mario orangnya seperti itu. Karena ingin membuktikannya one-chan pun langsung menanyainya ke kakak Mario… telefon-pun tersambung. “Hallo” kata kakak mario. “halo. Marco ini aku One-chan.” Katanya pelan.
“ya kenapa one-chan?”
“marco, aku maunanya deh, Mario itu benar ya orangnya cuek dan judes?”
“Judes? Hahaha tidaklah mario itu orangnya baik, pengertian, setia. Itu hanya kabarnya saja. Memang banyak yang bilang begitu, tapi kenyataannya malah kebalikannya. Dia seperti itu karena mario waktu casting memerankan pria yang jahat gituh, jadi sampai sekarang peran dan penampilannya seperti orang judes dan jahat gituh deh. Kenapa?”
“tidak ada apa-apa. Tadi punpun itu browsing tentang mario. Nah tentang itulah yang buat dia tambah nolak perjodohan ini. Bagaimana ya caranya supaya perjodohan ini akan berlanjut? Kamu ada ide?”
“gimana ya?… nah aku tahu. Tapi sepertinya cukup berat.”
“apa itu marco? Katakan saja”
“bagaimana jika begini. Punpun kita suruh pura-pura bekerja sebagai asisten mario, karena sekarang asisten mario mengundurkan diri, tenang aja bakalan dibayar kok. Kamu bilang aja sama punpun kalo mau tahu sifat aslinya ikuti saja cara-ku ini. Karena selama ini yang jadi asisten dan manajer mario aku juga, berat rasanya. Gimana? Kamu bicarakan saja dulu dengan dia. Ceritakan apa yang sebenarnya baru tawarkan dia.”
“memang berat sih, punpun juga akhir2 ini lagi banyak job. Yah sudah nanti aku tanyakan . kalau begitu selamat malam maaf menganaggu.” One-chan memutuskan telfonnya itu.
Esok Harinya…
“hah? Jadi asistennya mario? Sirroyo!” kata punpun menolak dengan keras. “punpun kamu harus percaya yang aku omongin, tadi malam aku nelfon marco kakak mario, aku tanya semua tentang mario. Kamu harus percaya. Kamu juga akan digaji sama dia. disani kamu juga akan dapat kelebihan, satu kamua tahu kepribadian mario dua kamu biasa mandiri kan kamu sendiri yang bilang mau mandiri hidup tanpa-ku beginilah caranya, ketiga kamu di bangkok nggak perlu cari kos-an kamu tinggal di Aprtement mario kok, beginilah caranya memahami pasangan satu sama lain punpun. Lagi pula kamukan bisa bahasa Thailand. Pokoknya nanti malam kakak antar kamu ke bandara, ini Tiket (one-chan mengeluarkan 1 tiket yang bertuliskan To Bangkok) untuk kamu berangkat nanti malam kesana. Semua perlengkapan kamu sudah one-chan bereskan. Itu!” kata one-chan sambil menunjuk ke arah barang-barang milik punpun. “Tapi One…” kata” punpun dipotong dengan One-chan “pokokonya tidak bisa malam ini juga kamu harus kesana.nanti kamu juga akan dijemput sama marco di sana. tenag ajalah.” Kata one-cchan slow.
Malam harinya… saat mereka berdua di Incheon.
Punpun merasa kakinya lumpuh tidak bisa berjalan, dia hanya diam di mobil. “Punpun!ayo! kita sudah sampai 5 menit lagi akan Take off.” Kata One-chan menarik tangan punpun keluar dari mobil. Punpun berjalan kearah pintu masuk dengan membawa barang-barangnya dengan lemas. “punpun! Hwaiting! Semoga betah di sana. One-chan akan ke sana bila kamu ada perkembangan dengan Mario! Bye! Aku pergi dulu” kata one-chan yang masuk kembali ke dalam Mobil pergi meninggalkan punpun seorang di bandara.

Punpun POV
Huwaaa rasanya ingin meneteskan air mata, tapidi sini banyak orang. Tapi kalian semua tahu ini bukanlah air mata kesedihan tapi ini air mata KEBAHAGIAAAAAAN! Aku senang sekali sekarang sudah tidak ada lagi kata “Bangun Punpun!” “Kamu dengar tidak” haha aku senang sekali tapi malah aku mendapatkan hal buruk lagi setelah kebahagiaan muncul yaitu bekarja di Tempat Mario selama ada perkebangan one-chan akan menjemputku. Huwaaaaa!!!!
Uooooh!!! Aku menguap tak terasa aku sampai di Bangkok, “kalau sudah sampai di bangkok nanti beritahu aku, nanti biar aku telfon marco supaya menjemput-mu.” oh iya sampai Lupa “One-chan aku sudah tiba di bangkok” kataku mengirim pesan ke one-chan. Ada pesan masuk dari one-chan “oh punpun, marco sudah di bandara katanya, di memakai jaket warna biru dan Topi Putih. Katanya di ada di cofea shop. Semoga BETAH ya disaana :p” begituhlah isi jawaban dari one-chan sial dia memanas-manasiku. Tapi yang mana ya marco itu, aku lalu mencari marco di cofea Shop, nah itu sepertinya dia tapi itu siapa ya di depan-nya? Ya sudah lebih baik aku menanyakannya saja.
Lalu, aku menghampiri Pria yang ciri”nya sama dengan marco. “Maaf, apakah anda yang bernama Marco?” kataku sambil mengeluarkan bahasa Tagalog agak agak eror Gituh. “Oh! Iya. Oh iya saya hampir lupa. Maurer sebentar.” Kata kak marco itu yang berbicara dengan pria berkaca mata emas itu. Lalu, kak marco mengajak-ku sebentar meninggalkan pria berkaca mata emas itu. “kamu punpun-kan? Nah, aku sudah menceritakan tentangmu dengan Maurer, karena dia sudah tahu namamu jadi sebaiknya kamu memamkai nama samaran saja agar tidak ketahuan.bagaimana? nah, aku sudah menyiapkan nama yang cocok untukmu. Nam. Bagaimana?” katanya. “baiklah, terserah kamu saja kak.” Kataku menurut. Kami kembalike tempat pria berkaca mata emas Tadi, “Maurer Ayo! Saatnya pulang” kata kak marco sambil mengambil kembali kunci mobilnya di meja cafetadi. Pria itu menjawab sambil membuka kaca matanya… OMO! Itu mario… Ternyata itu dia… ya ampun aku merasa bola mataku berubah menjadi Love Love Di ganteng sekali dari pada Foto yang One-chan beri kemarin. “oh iya,maurer ini dia asisten baerunya, dia adik temanku namanya Nam. Nam ini Mario, aku sering memanggilnya Maurer.” Kata kak Marco, lalu aku memberi salam “Nam Suttata” kataku, mario membalas salam-ku kembali.
??? Aku tidak tahu , sekarang ini dimana yang jelas seperti yang aku lihat initerlihat seperti Apartement atau Mansion gituh. Aku lihat mario langsung turundan “Nam, ayo turun kita sudah sampai, oh iya aku sudah siapkan 1 kamar untukmu nanti maurer yang tunjukkan. Tentang pekerjaanmu semua sudah aku siapkan di kamarmu. Lihat saja nanti.” Kata kak marco memberitahuku, lalu mario kulihatmengetok jendela kaca mobil yang memberi isyarat supaya aku cepat turun, mungkin dia lelah sekali hari ini.
Aku turun dari mobil kak marco, lalu kak marco melajukan mobilnya dengan cepat aku tidak tahu dia mau kemana karena itu memang bukan tugas-ku, sekarang tugas yang harus aku hadapi ya menjadi asisten mario, pasti capek-nya sama dengan aku menjadi artis pasti itu. Mario berjalan di depan-ku dengan perlahan sambil memakai Earphone mendengarkan musik, aku juga berjalan mengikutinya dengan membawa barang-barangku. Sampailah kami di Lift lantai dasar, mario menekan tombol open Lift dan tidak lama Lift terbuka Mario masuk duluan lalu aku masuk sambil membawa bawaan-ku yang banyak, Ughhh! Aku terjatuh! Kenapa aku bisa ceroboh begini, tapi… Mario Mengulurkan tangannya kepadaku. Aku tersipu malu lalu aku membalasnya dan berdiri lagi “Khob Khun Kab (Terimah kasih),Bos” kataku sambil membawa barang-barangku kembali. Dia membalas dengan senyumnya dan kembali menkan tombol lantai berapa yang harus kami injaki. Dia menekan tombol nomor 19. Ting tong kami tibadi lantai 19, aku terus mengikuti mario berjalan, entah dimana rumahnya lama sekali sampainya.. dan sampailah kami di Rumah paling Ujung yang aku lihat sepertinya sangat mewah. Masuklah kami kedalam.
“Nam, itu kamarmu” kata Mario Lembut sambil membuka kaca matanya.
“iya, baiklah. Terimah kasih.” Kataku lembut.
“besok kamu sudah mulai bekerja Nam, bangunlah pagi2 sekali dan besok siapkan aku sarapan.” Katanya sambil mengingatkanku, lalu mario masuk ke kamarnya.
Wah! Ini Apartement atau apa ya? Besar sekali! Mario pasti sangat bahagia jika hidup seperti ini bukan seperti aku yang selalau di atur2 terus. Aku lalu memasuki kamar yang akan menjadi milikku, lalu segera aku susun dulu barang2-ku biar besok bisa langsung bekerja dengan mudah.
23:30. Sekarang sudah jam segini? Untung saja sudah selesai, sebaiknya aku atur Alarm saja biar bangun cepat, lalu aku atur Alarm di Hp-ku dengan Jam 04:40 (Waktu Thailand). Tapi kenapa ya sekarang perasaan aku ini jadi agak beda? Gimana dengan Junjun tidak mungkin aku memutuskan dia, pasti dia sangat sedih sekali, Tapi tapi… aku sudah …. arghhh sebaiknya aku pikirkan itu saja besok2, besok juga harus bangun pagi, Siapkan sarapan. Pelan2 aku menutup mataku……… Aku tertidur…
“Good Morning.. Good Morning” ah itu suara ringtone Alarm-ku. sebaiknya aku siap2 dulu, Mandi sajalah dulu. Aku berjalan ke Kamar Mandi, saat aku menutup pintu kamar mandi… hah apa ini?
“Untuk Punpun salah Nam asisten Mario. Ingat hari ini jadwal mario sangat padat, cepat mandi dan siap-siaplah!” Sebuah kertas Putih bersih ini rupanya dari kak marco. Aku sempat bengong sebentar, Oh iya! Mandi aku hampir saja lupa!
Ughh segarnya! Aku lalu memasang baju-ku lalu keluar menyiapkan sarapan untuk mario.
“ah! Nam cepat sekali kamu bangun” terdengar suara mario di belakangku, Omo dia hanya memakai celana tidur saja, langsung saja aku membalikan kembali kepala-ku ke Perlengkapan masak.
“ya, Bos. Kan bos sendiri yang bilang harus bangun pagi.” Kataku memalingkan wajahku dari mario.
“Oh iya. Kamu kenapa nam?” kata mario agak heran dengan sikapku. Lalu dia melihat-lihat tubuhnya. “Oh iya, Maaf Nam.” Kata dia lalu dia mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.
“Oh iya Bos. Bos mau sarapan apa?” kataku sambil memakai celemek dan kembali melihat mario.
“apa ya? Menurutmu apa yang enak?” katanya sambil menggaruk2 kepalanya.
“kalo boleh saya sarani Bos. Gimana kalauNasi Goreng Omelete? Ketika di rumaksaya, saya sering membuat ini Bos” kataku sambil tersenyum bahagia. Omo kenapa aku menjadi gini?
“Nasi Goreng Omelete? Sepertinya enak. Kamu buat saja. Aku mandi dulu” katanya sambil mengelus-elus kepalaku dan kembali ke kamarnya
Dag dig dug…. perasaan apa ini? Apa aku mulai menyukai mario? Ini terlalu cepat.
Aku mulai memotong motong bawang, dan bahan2 lain untuk di buiatkann menjadi Nasi Goreng.
Lalu aku mulai mengocok2 Telur dan menggorengnya di wajan, lalu aku masukan nasi goreng yang sudah aku masak tadi di atas nya.
Taraaa! Sudah selesai! Nasi Goreng Omelete!
“Wah! Bau apa ini? Sepertinya lezat sekali.” Huh ada Mario.
“Bos,nasinya sudah masak. Silahkan Duduk.” Kataku mempersilahkan Mario duduk.
“wah ini baru pertama kali aku lihat dan memakannya.” Katanya terkagum-kagum.
“Tunggu dulu Bos, untuk penghias. Bos mau aku tulis apa dia atasnya dengan Saus ini?” katku.
“Apa ya? Uhmm aaa oh ini saja. Thank You Nam.” Katanya, sambil memberi senyum indahnya. Aku mulai merasa yang aneh pada diriku dan dia. Lalu aku menuliskan “Thank You Nam” di atas omelete ini dengan perlahan. “Nah Bos, silahkan di coba.” Kataku. Sesaat mario mengambil sendok dan garpu lalu memotong omelete ini, Tapi… belum dia melahapnya mario berhenti sebentar. “eh nam, kamu tidak makan?” katanya seperti dia bicara kepada anaknya saja. “Tidak, Terimah kasih Bos. Sekarang ini bos dulu saja yang makan.” Kataku pelan.
“Tidak Nam, bagiku maupun asisten, pacar, kakak, adiku sama saja. Sebaiknya kamu ambil juga untukmu dan kita makan bersama. Aku tidak bisa makan tanpa teman, nam. Kamu harus tahu itu.” Katanya seperti menghawatirkanku. Tanpa berfikir panjang aku menjawab “baiklah Bos” kataku.
Lalu, aku mengambil Nasi Omelete bagianku lalu duduk di meja makan tepat di hadapan Mario.
“Nah, sekarang Ayo makan.” Katanya seperti tidak sabar lagi ingin makan. Aku melihat mario duluan makan dan sepertinya dia keenakan. “wah,Nam. Ini masakan asistenku ter-enak dari sebelumnya. Terimah kasih,Nam.” Kata mario sambil mengelus-elus kembali kepalaku yang sepertinya itu kebiasaanya. Aku-pun tersenyu malu. Lalu juga Ikut melahap nasGor Omelete.

 

~To Be Continue~

Leave a comment

Filed under Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s