Fanfiction – My Gentle Bos Chapter 2


gb

Tittle: My Gentle Bos

Chapter: 2

Cast: Mario Maurer – Punpun Sutata (Thailand actress)

Writer: HeodangChan

Synopsis: In Gallery -> Fanfiction (PeaceLove8793)

Publish On: PeaceLove8793

Genre: Romance, Music, Comedy

Note From Writer:

“Di Chapter ini Aku menggunakan kak Gubgib untuk cerita. Dan maaf jika ada yang kesinggung tolong maaf. Kan, ini juga Fanfiction, :Fiksi yang namanaya fiksi itu pasti tidak nyata”

Who Get Read: Semua Umur^^

Note For Readers: ada kata-kata korea yang agak gila sedikit jadi ini pengertiannya biar readers ngerti:

  1. Arraso/Arraoyo: mengerti
  2. Wae/Waeyo: kenapa/mengapa
  3. Ne/Ye: iya
  4. Mwo:  apa
  5. Otthokae: bagaimana
  6. Choshoamnida/Mianhae/Mian: maafkan saya
  7. Omo: astaga
  8. Jincha/Jeongmal: Apa/benarkah

Terus yang suka nonton anime atau baca manga pasti tahu kalo misalnya cast-nya terpojok dia bentuknya kayak chibi” gituh atau ya gituh deh.

 

Happy Reading Guys!

 

 

Punpun POV

Ah… Pagi ini hari pertamaku bekerja dengan Mario. Pagi ini kami akan pergi ke Suatu tempat aku tidak tahu namanya, tapi aku lihat hari ini khususnya pagi ini mario ada Press Cont untuk Movie terbarunya “Angel Heart”. Aku kemudian melihat-lihat Scedule2 Mario Hari ini…. wah banyak  juga ya dia, nggak seperti aku di korea, ya jelas aku-kan artis baru mario udah 10 tahun dalam bidang entertaiment.

Akhirnya  samapai juga, lalu aku membawa Pakaian2 Mario dan barang2 lainnya. Aku terus mengikuti mario dan… sampailah di Makeover Room. Aku sibuk memilih pakaian yang sepertinya cocok untuk Tema Hari ini Tema Kuno  jadi tinggal mario di rias sama kak over-nya (aku sering menyebutnya ketika di korea). Kenapa sih cewe yang disebelah Mario lihat2 aku, kayak gak senang sama aku.  Perepuan itu tiba2 mendekatiku. “Hai. Kamu Punpun ya?” Arghhh kenapa dia bisa tahu kalau aku punpun? Gimana kalau mario tahu aku berpura-pura, lalu aku menjawabnya dengan SmartPhone-ku untuk tidak ketahuan.

Hi juga. Ya aku punpun. Maaf kakak, tolong panggil aku Nam. Sebenarnya aku sedang menyamar menjadi asisten mario karena ada urusan pribadi. Sehingga aku begini. Tolong Bantu aku.

Begitulah yang aku tulis di Hp-ku. perempuan itu hanya mengangguk-angguk tersenyum. “Baiklah, Nam. Mario ini asisten barumu ya?” kata kaka yang disampingku berbicara menuju mario. “Begituhlah. Dia baru hari ini bekerja denganku. Oh iya, Nam. Kenalkan ini lawanmaiku di Movie ini Baifern.” Kata mario melihatku dari cermin. “Baifern” kata kakak yang disampingku itu.

Mario segera dipanggil untuk naik ke Stage dan kemudian di susul kak Baifern. Aku melihat mereka cocok. Apa baifern merasa ada perasaan ya sama mario? Apa mario juga?

 

Mario POV

Ah! Lelah sekali harus senyum2 begini dan ditanya-tanya. Sebenarnya aku tidak suka ini tetapi ini untuk masa depanku juga. Punpun? Dia orang seperti apa ya? Aku ingin tahu seperti apa dia.

***

PressCon hari ini selesai, saatnya untuk makan siang dulu.

Nam sudah menunggu-ku di backstage, ah! Dia sedang menelfon, telfon siapa ya? Ah, mungkin untu, scedule aku beberapa bulan lagi. “Nam” kataku sambil menepuk bahunya, sepertinya dia kaget mengetahui aku sudah disini. “oh, Bos. Sekarang kita akan ke Time Garden,kan?” katanya sambilmemasukan Ponselnyake saku celana-nya. “Tidak, nanti saja. Sekarang kita makan siang dulu saja. Kamu juga lapar-kan?” kataku.

***

Kami sampai di Reastaurant langgananku.

Aku memasuki restaurant paman Mak. “paman.” Kataku ketika melihat paman Mak sedang mengambil pesanan pelanggan. “oh mario. Duduklah. Aku ambil pesanan dulu ya.” Katanya mempersilahkan-ku duduk. Nam, duduk di hadapanku juga dan aku tidak tahu kenapa dia selalu membuka ponselnya. Karena mungkin itu membuatku terganggu, aku menanyakan Nam kenapa dia membuka Ponsel terus. “eh, Nam. Ada apa dengan ponsel-mu?” aku lihat nam terkejutdengan suaraku, “Tii tidak ada apa-apa Bos. Hanya aku mengecek scedule bos saja.”katanya sambil menutp ponselnya lagi.

Paman Mak datang dengan nampan kesayangannyake mejaku. “seperti biasa paman.” Kataku. “lalu perempuan ini? Eh, mario. Siapa dia? Pacarmu ya??” kata paman mak menggodaku. Aku lihat wajah nam agak memerah dengan perkataan paman mak “tidak. Ini asisten baruku. Marco tidak bisa lama-lama membantuku jadi aku mencari asisten baru.” Kataku. Paman mak mengangguk-angguk saja. “jadi kamu pesan apa nam?” kataku. Nam menggaruk-garuk kepalanya seperti kebingungan. “aku tidak tahu bos, semuanya belum pernah aku  makan.” Katanya sambil menutup buku menu. “ya sudah biar aku tentukan saja. Paman mak, dia sama seperti aku saja.” Kataku.

Sambil menunggu paman mak, suasana hening seketika tidak ada suara dari orang di depanku, Nam.

“Nam, apa kamu punya kekasih?” kataku mengalihkan pembicaraan.

“Aku?” katanya sambil menunuk dirinya. Aku mengangguk.

“sebenarnya aku punya bos. Tapi…” katanya sepertinya dia sedih.

“Tapi apa nam? Kenapa dengan hubungan kalian?”

“aku akan dijodohkan dengan sesorang dari thailand bos. Aku tidak tahu harus bagaimana sedangkan…” nam mematahi kata2 dia lagi sepertinya  dia agak seperti orang bicara keceplosan.
“kenapa nam? Kenapa dari tadi kamu patah2 terus bicaranya? Katakan saja.” Kataku.

“tidaklah bos, ini sangat Privat.” Katanya meyakinkanku.

“ya sudah. Kalau begitu sekarang giliran aku yang bercerita. Boleh?” kataku.
“boleh2 saja sih bos.”

“baiklah, semoga kamu tidak bosan mendengarnya. Dulu waktu aku kecil ketika SD aku punya teman sekelas namanya Gubgib Sumotip. Aku tidak tahu setiap dekat dengannya selalu merasakan hal yang aneh. Dan ketika dewasa kami masih berkomunikasi tetapi ketika setiap kami bertemu aku merasakan hal yang lebih aneh lagi. Dan ternyata aku mulai menyukai dan mencintai Gubgib. Gubgib itu orangnya memang tidak cantik dan sempurna dengan perempuan yang lainnya. Tapi gubgib sangat istimewa di hatiku. Dan pada tahun 2004 lah kami mulai pacaran. Di saat itu gubgib juga menjadi artis sedangkan aku Model. Hubungan kami sangat langgeng dan sampailah tahun 2012 kami putus.” Kataku.

“putus? Karena apa bos?”

“kami putus karena ada masalah orang ketiga. Gubgib ternyata menjalin hubungan dengan aktor lawan mainnya. Dan saat itulah aku naik pitam dan akhirnya memutuskan dia. Saat di media aku dan dia hanya berkata kami putus karena kesibukkan masing-masing sehingga tidak ada waktu untuk berdua satu sama lain. Sampai sekarang aku tidak pernah melupakan dia.”

“Bos, apa gubgib itu cinta pertama bos?”

“bisa dibilang begituh.”

“uhmm,Bos. Sekedar berbagi pengalaman saja. Dulu aku juga pernah mengalami seperti itu. Tapi nyatanya cinta pertamaku bukanlah jodohku. Malah ketika dia mencampakkanku aku sulit melupakannya. Tapi sekarang aku sudah bisa melupakannya dengan seorang kekasih. Mungkin bos,maaf ya. Kak gubgib bukanlah jodoh yang cocok utnuk bos. Ketahuilah bos tuhan sudah menentukan jodoh, Rezeki, Kematian kita dari kita sebelum lahir. Jadi bos harus percaya cinta  pertama bukan 100% jodoh kita.” Katanya seperti sang pastor meng-khotbah para jemaatnya. Seketika aku terdiam.

“uhmm bos makanannya sudah ada.” Kata nam, menyenggol jari2 ku dan menganggetkanku karena aku termenung. “uhmm bos. Maaf apa perkataanku tadi kepanjangan? Membuat bos bosan?” katanya sambil meminta maaf.

“tidak, semua perkataanmu, Nam. Itu banyak benar juga. “ kataku sambil mengaduk-aduk mi pesananku. “ nam, makanlah. Pasti kamu suka. Ini faoritku jika makan disini. Para fans-ku tidak tahu kalau aku suka ini.” Kataku sambil melahap satu persatu yang ada di mangkuk.

***

Malam harinya…

 

PunPun POV

Kami sampai di pesta untuk penjualan terbanyak Movie “Angle Heart” di… mana ya? Ah tidak tahulah.

Mario sudah memakai jas dan pakaian pesta dengan gagahnya dan sementara aku masih memakai baju kaos putih dan jaket jeans tadi pagi. Mario keluar dari pintu belakang.

“Eh,Nam. Kenapa masih memakai baju itu. Kita ini di pesta. Jadi harus memakai pakaian yang bagus.sana ganti bajumu.” Kata mario sepertinya dia agak marah denganpenampilanku.

“pakai apa bos? Akukan tidak ada gaun.” Kataku.

“ya dengan gaun-lah. Itu di bagasi ada tas yang isinya gaun untukmu. Cepat ganti.”

“baik, bos.”

Aku masuk ke pintu belakang dan mengganti pakaianku dengan gaunyang mario blang tadi,lalau aku membersihkan wajahku dengan Toner. Done! Aku keluar dengan pakaian yang sudah mario katakan tadi.

“Bos, Ayo.” Kataku. Aku berjalan di depannya. Aku melihat mario  seperti terpana melihatku. Ah tidak Punpun kamu kegeeran.

“wah! Very Beautiful.” Kata mario sambil mengeluarkan bahasa inggrisnya.

“Thanks Much, Bos.” Kataku balik.

Mario berjalan di depanku dan aku mengikutinya dengan perlahan. Dengan perlahan aku berjalan ke dalam agar tidak tertinggal mario dan jatuh karena keinjak gaunku yang panjang.

***

Acara Cheer Up! Selesai tinggal acara selanjutnya lagi.

“Hadirin semuanya tibalah saat lomba Cium dengan pasangan anda yang ingin ikut silahkan menuju ke atas pentas. Pemenang dengan ciuman teromantis dan terlama akan mendapatkan Liburan ke Australia selama 1 minggu.” Itulah kata  MC acara ini.

Aku lihat mario sedang berbicara dengan seorang Pria. Tapi sepertinya itu bukan pembicaraan biasa sepertinya mereka sedang berengkar. Hah! Iya! Mereka bertengkar! Sebaiknya aku melerai mereka ber-2. Aku bergegas menuju ke tempat mario.

“Apa? Dia duluan?” kata pria yang ribut dengan mario.

“bos, sudhalah berhenti. Ini tidak baik.” Kataku sambil memegang tangannya.

“nam, sebaiknya kamu pergi saja sana. Ini masalah Pribadi kami.” Katanya sambil melepaskan tanganku.

“Apa? Bos? Masalah pribadi?” kata laki-laki itu.

“apa mau kamu? Huh?”kata mario menantang.

“mau aku?” kata pria itu lagi. “mau aku, kita bertaruh jika kamu dan pacarmu itu” kata pria itu menunjuk ke diriku yang tidak tahu apa-apa. “untuk ikut kontes ciuman itu. Dan aku dengan kekasihku. Jika kamu kalah aku akan menyebarluaskan bahwa kamu… dan gubgib putus bukan karena dia punya pria lain, tetapi kamu yang selingkuh.” Katanya lagi.

Aku melihat mario dengan berkaca-kaca. Aku? Lomba ciuman? Tidak Tidak. Ini gila. Tapi mana mungkin mario mau. “ok baiklah. Tapi  jika kamu sendiri yang kalah?” kata mario menjawab dengan tegas.

“aku kalah? Hahah. Tidak mungkin. Jka aku kalah, aku akan menyerahkan seluruh barang2 yang sudah kamu berikan kegubgibdulu karena aku seorang kakaknya yang tegas..” katanya.

Hah? Pria itu kakak gubgib? Kenapa dia malah jahat ke mario. Kan, yang salah gubgib sendiri, dia ounya lelaki lain. “Bos…” aku melepaskan tangan-ku dari lengan mario dengan mataku yang berkaca-kaca.

“nam, maukan kamu? Aku mohon 1 kali ini saja.” Kata mario sambil menyentuh kedua tanganku untuk meminta persetujuan dariku. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku bingung. Bagaimana junjun tahu?

***

“Baik. Acara ini akan segera saya mulai. Akan tetapi para peserta harus ingat jangan sampai melanggar ketentuan yang saya bacakan tadi. Ok saya hitung mulai dari 1, 2, 3…” kak MC berbicara ke para kontestan termasuk aku dan mario. Ini sangat membuatku gugup karena ini adalah ciuman pertamaku. Apalagi ini dengan orang yang baru aku kenal, Mario.

“Ta tapi Bos. Aku belum pernah melakukan in sebelumnya.” Kataku perlahan ke wajah mario yang sudah dekat sekali denganku.

“tenang saja nam. Aku akan melakukannya dengan lembut. Percayalah nam. Tolong bantu aku satu kali ini saja.” Katanya menjelaskannku.

4..5.” kata kak MC ketika mengisyaratkan bahawa perlombaan ini sudah dimulai. Sebelumnya mario sudah mengajariku supaya tidak gugup tadi, dan sekarang aku akan mengikuti sesuai mario katakan tadi. Bibir mario mulai mendekati bibr-ku, bagaimana ini? Jantungku berdetak kencang sekali. Ini benar2 membuatku kehilangan arah. One-chan bagaimana ini?

5 menit sudah berlalu, sudah banyak pasangan yang menyerah dan tinggalah aku, kakaknya gubgib tadi dan 1 pasangan yang aku tidak tahu namanya. Ah, rasanya aku ingin menyerah saja. Tapi, mau bagimana lagi ini juga demi mario. Aku juga dapat impasnya dari akibat ini nanti.

Huh? 1 pasangan itu sudah menyerah? Ah, apakah ini? Aku ingin melepaskan ini, tetapi tidak bisa. Mario memelukku terlalu erat.

“eh, milk. Kenapa berhenti kita belum selesai.” Ah, itu pasangan kakaknya gubgib. Akhirnya… jadi kami yang memenangkan ini. Bagaimana mungkin?.

ok baiklah, akan saya jelaskan bagi pasangan yang berhenti ditengah permainan akan di-kualifikasi alais di keluarkan dan seperti pasangan tuan Pun (kakak gubgib) mereka di-kualifikasi. Dan yang menjadi pemenangnya adalah pasangan Tuan Marioooo” kata sang MC.

Akhirnya aku bisa bernafas lagi. Kami menjadi pemenangdi acara ini. Kakak gubgib kalah, aku melihat wajahnya seperti tidak senang dengan kami. Kulihat mario hanya tersenyum kepadaku.

 

***

At Mario Car:

“Eh, nam. Terimah kasih banyak untuk tadi.” Kata mario. Yang kulihat mario spertinya senang sekali.

“eh,nam. Nam? Kamu kenapa? Termenung?” katanya lagi sembari mengagetkanku.

“a, ah. Maaf bos. Tadi bos bicara apa ya? Maaf saya tadi termenung” kataku.

“aku bilang terimah kasih, Nam.”

“oh, Iya. Sama-sama bos, asalkan itu bisa menjadiyang terbaik untuk kedepannya.

“hmm. Baiklah. Kamu sungguh asisten terbaik-ku sepeanjang aku menjadi aktor ini. Oh iya, maakan aku juga karena telah memksamu untuk mengikuti itu. Pasti itu membuatmu menjadi beban. Eh, Nam. Apa kali ini adalah ciuman kesekianmu?” kata mario penasaran.

“Ciuman ini? Ti… tidak kok bos. Sebenarnya ini……. ciuman pertamaku.” Kataku malu-malu

“huh? Ciuman pertama-mu? masa? Aku tidak menyangka. Masa orang secantik kamu belum pernah ada yang nyium kamu. Hahah” kata mario sambil mengeluarkan tawanya yang khas.

“i..iya bos. Dan terimah kasih untuk ciumannya tadi.” Kataku.

“huuh. Tapi aku ingin curhat denganmu. Dulu waktu aku masih pacaran dengan gubgib. Saat di movie-ku yang disuruh adegan Kiss. Dia sangat marah sekali. Dan itu terjadi setiap jika movie yang aku mainkan ada adegan seperti itunya. Tapi ketika dia juga memainkan movie yang adegan yang sama aku tidak pernah marah dengannya ataupun mendiaminya. Bahkan itupun sudah membuatku lelah. Aku tahu yang dia lakuakan juga untuk karirnya, jika tidak dia lakuakan pasti PD marah dan memebatalkan kontraknya dan justru itu setiap kali aku meminta izin dengannya boleh terima job movie yangada adegan itunya selalu diatidak boleh. Oleh karena itu aku jarang banget nunjukin  script aku kepadanya takut dia marah denganku.” Katanya sambil membelok-belokan stir mobil.

“nam, aku berharap sekali gubgib itu sadar dan tahu keadaanya. Jikalau aku memang tidak berjodoh dengannya. Aku ingin meminta kepada budha kalau aku ingin diberi jodoh dengan sifat sepertimu nam.” Katanya dengan memalingkan wajahnya ke diriku.

“aku bos?” kataku menunjuk diriku.

“ya kamu. Kamu itu baik, tidak mudah jelouse dan pengertian. Tapi Gubgib malah sebaliknya. Setiap kali ke vihara aku selalu memohon seperti itu.” Katanya.

***

Akhirnya sampai juga.

Mario langsung masuk ke kamarnya dan sedangkan akutidak, aku langsung masuk ke kamar pakaian mario untuk menyiapkan barang2 untuk job besok agar tidak repot lagi.

“Open The Mesagge…. Open The Message” suara ponselku itu. Aku lihat ada pesan masuk. Dari one-chan rupanya.

Punpun, Gimana kerjamu hari ini?

Hahahah semoga kamu suka ya. Semoga ada perkembangan. Jika ada perkembangan aku akan kesana. Dan membawamupulang. Telefon aku jiak ada yang ingin kamubicarakan atau complain.”

Itu pesan yang membuatku panas terus. Sebaiknya aku tidur daripada besok bangun siang.

Lalu, aku membuka pintu kamar-ku perlahan-lahan supayatidak mrnimbulkan suara yang bikin mario kaget. Tapi… kenapa sekarang aku jadi Care ya dengan Mario? Sebelumnya aku-kan tidak mau dengan dia ? Ting tong ting tong. Aku berfikir ntah sampai kapan dan mata-ku mulai perlahan-lahan menutup.

Kringg!!! Kring!!! Astaga! Sudah jam 5 pagi. Pasti terlambat ini.

***

Setelah berpakaian rapi aku lalu langsung keluar dan mengambilbarang-barang untuk hari ini.

“Eh,nam. Ruapanya kamu.” Ah suara mario itu. Aku menoleh ke mario saat aku selesai mengunci pintu kamarku.

“ya, Bos. Oh iya, apa saya perlu buatkan sarapan Bos?” kataku menawarkan. Tapi, mario kenapa ya? Wajahnya agak pucat matanya juga, cekung. Oh, mario mendekatiku.

“Ah, nam. Terserahhh..” uh, mario jatuh di pelukkanku. Pasti. Mario sedang sakit… aku menyentuh jidadnya, Ya! Panas banget! Aku harus bagaimanaini?  Aku tidak tahu apa-apa tentang orang pingsan. Lebih baik kutelfon kak Marco.

Kucoba telfon kak marco tapi tidak diangkat-angkatnya. Sudah belasan kali aku menelfon kak marco tapi tidak di jawabnya..

***

Ah! Selesai sudah membawa mario ke kamarnya. Dia berat sekali. Baru kali ini aku menggendong laki-laki. Wah! Kamar mario bersih sekali! Banyak Foto2dia dengan… siapa itu? Sepertinya pacarnya. Lalu aku tertarik untuk melihat 1 foto yang sepertinya mario dengan perempuan itu bahagia sekali, di foto itu tertulis Mario❤ Gubgib. Oh! Jadi ini yang namanya Gubgib. Dia tidak begituh cantik, huh! Masih cantik aku sih (Pede!).kalau begini mario susah untuk Move on.

Oh iya! Mario belum aku kasih obat. Aku mencari-cari Kotak P3K di seluruh Ruangan Tidak ada. Ternyata di dapur. Kenapa dia haruus meletakkannya di sini? Sungguh mengherankan.

Aku mencoba membangunkan mario dengan lembut.. “Bos, Bos” kataku. Ah! Akhirnya dia bangun juga.

“eh,Nam. Kenapa kamu di sini?” katanya sambil duduk kembali.

“Bos. Tadi bos itu Pingsan. Bos lebih baik Jobhari ini di batalkansaja demi kesehatan Bos. Ini minum dulu obatnya semoga ini benar obatnya, aku kurang bisa bahasa ini.” Aku memberi 1  tabletobat yang sepertinya itu benar-benar obat Untuk penyakit mario.

“Ah! Iya Nam. Terimah kasih. Terserah kamu saja. Aku merasa tidak enak badan sejak tadi malam. Kamu bisa telfon manager-ku Sumotip nomornya sudah aku catat di daftar nomor di meja kamarmu.” Katanya, aduh! Mario… benar2 pucat, apa harus aku bawa ke RS? Tapi dia tidak mau sepertinya. Ya sudah aku telfon dulu kak sumothip.

“eh, Nam. Habis kamu telfon sumothip kamu… ke sini lagi ya.” Kata mario tiba-tiba memegang tanganku. Lalau dia berbaring lagi.

Aku bergegeas menelfon kak sumotip “halo, kak sumothip? ah Dia mengangkatnya.

“Halo, kak Sumhotip? kak tolong ya hari ini job mario di batalkan, dari pagi tadi badannya panas. terus tiba-tiba pingsan pagi tadi.”

“Mari sakit lagi? baiklah. oh iya,kalau dia masih panas telfon aku saja biar kita bawa ke RS.”

“oh, baiklah kak. Terimah kasih.”

apa maksudnya dengan sakit lagi ? apa sebelumnya dia sakit?.

Kratak!! ah bunyi apa itu? seperti bunyi gelas jatu?

Mario!!

 

TBC

Leave a comment

Filed under Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s